Sekda Provinsi Malut Resmi Buka Dialog DP3A di Unkhair Ternate

Daerah Nasional Pemerintahan

TERNATE, OT – Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara (Malut) Samsuddin Abdul Kadir, secara resmi membuka kegiatan dialog dengan tema.” Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan di Kampus, Kamis (17/11/2022) di Aula Nuku kampus II Unkhair, Kelurahan Gambesi.

Kegiatan dialog yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Malut itu, dengan menghadirkan lima narasumber yaitu Kadis DP3A Musyrifah Alhadar, Hympsy Malut Syaiful Bahri, Diskrimum Polda Malut Kompol Anita Ratna Yulianto, Talas Center Nurlaela Syarief, serta PSW Unkhair Ternate Nurlela.

Rektor Unkhair Ternate M Ridha Ajam dalam sambutanya mengatakan, tema dialog yang didiskusikan pada kegiatan ini memang sangat berkaitan dengan Peraturan Mentri (Permen) Nomor 30 tahun 2021, tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) baru saja di bentuk Unkhair Ternate.

“Selain itu, Unkhair punya PSW yang bicara soal hak perempuan dan juga didalamnya termasuk pemberdayaan perlindungan terhadap perempuan,” ungkap Rektor.

Dia mengaku, berapa pekan lalu pihaknya disurati Kemendikbudristek untuk mengupdate tim Satuan Tugas (Satgas) PPKS di Unkhair. Jadi di dalam unsur Satgas itu terdiri dari dosen, Tenaga Pendidik (Tendik) dan mahasiswa.

“Tujuan dari Kemendikbudristek memerintahkan kami untuk mengupdate pembentukan Satgas itu, karena mereka hanya memastikan bahwa Unkhair Ternate sudah membentuk tim Satgas PPKS di kampus tersebut,” ujar Rektor.

Kata dia, Unkhair Ternate sudah membangun sistim tujuanya kalau ada kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus, maka bersangkutan bisa melaporkan melalui sistim tersebut.

“Jika ada kekerasan terjadi di ruang lingkup kampus, maka secepatnya dilaporkan dan kami akan tindak lanjuti kasus tersebut,” kata Rektor.

Rektor menegaskan, kalau dilingkungan kampus suapapun telah mendapatkan perlakuan kekerasan seksual segera laporkan melalui online.

“Jika laporan kasus kekerasan itu tidak di kirim secara online, maka bisa laporkan pada Rektor atau Wakil Rektor (Warek) III kita tetap tindak tegas oknum itu,” tegas Rektor.

Sementara, Sekda Provinsi Malut Samsuddin Abdul Kadir mengatakan, pihaknya beri apresiasi kepada DP3A yang sudah selenggarakan kegiatan dialog di kampus, apa lagi ini kaitanya dengan kekerasan terhadap perempuan.

Menurutnya, kalau kita lihat dari perjalanan perempuan alhamdulilah sudah mencapai kemajuan karena sudah ada kesejajaran haknya, dulu negara semoderen Amerika awalnya perempuan tidak punya hak untuk memilih jadi hanya laki-laki.

“Setelah melalui perjuangan panjang maka perempuan mendapat porsi secara politik, dia sudah dapat hak untuk memilih disaat momentum politik,” ujar Sekda.

Kata dia, menolak kekerasan yang terjadi pada diri perempuan itu ada potensi sangat tinggi, olehnya itu di kesempatan ini mahasiswa harus mampu membaca situasi dan kondisi.

“Sehingga tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual itu tidak terjadi di ruang lingkup kampus,” kata Sekda.

Sumber: Indo Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published.