SOFIFI – Sebuah catatan sejarah baru tertulis bagi demokrasi di Maluku Utara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara kini resmi menjalankan operasional administrasinya di Ibu Kota Provinsi, Sofifi. Langkah ini disambut dengan komitmen dukungan infrastruktur besar-besaran oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa Pemprov akan mengawal kenyamanan operasional KPU melalui alokasi anggaran, baik pada APBD Perubahan maupun APBD Induk tahun 2027. Dukungan ini mencakup penataan lapangan parkir, interior ruang kerja, hingga ruang pendaftaran calon anggota legislatif (caleg).
“Di tengah tekanan fiskal, kita terus berupaya meningkatkan PAD. Kami akan carikan solusi di APBD untuk merapikan fasilitas kantor agar lebih nyaman,” ungkap Sherly saat menghadiri peresmian, Selasa (21/4).
Gubernur Sherly memberikan apresiasi tinggi kepada KPU Malut yang dinilai taat konstitusi dalam memperkuat posisi Sofifi sebagai pusat pemerintahan. Selain fasilitas kantor, di atas lahan seluas 1,8 hektare milik KPU, direncanakan pula pembangunan rumah dinas bagi komisioner dan staf.
Tak hanya itu, pemerintah membuka peluang investasi hunian bagi pegawai melalui program subsidi tiga juta rumah pemerintah pusat, termasuk kerja sama perbankan untuk pembangunan rumah tipe 45 dan 60.
“Sofifi harus menjadi ibu kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Tahun depan, akses jalan menuju bandara di kawasan IWIP akan rampung, dan jalan Trans Kie Raha sedang dibangun. Konektivitas ini adalah kunci pemerataan ekonomi,” tegas Gubernur.
Dalam konteks demokrasi, Sherly memuji kinerja penyelenggara pemilu yang berhasil mengubah citra Maluku Utara dari zona merah konflik menjadi wilayah yang kondusif pada Pilkada 2024 lalu. Ia berharap, kantor baru ini menjadi semangat untuk menghasilkan Pemilu 2029 yang tidak hanya sukses administrasi, tetapi juga meraih kepercayaan publik yang tinggi.
Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, mengaku terkesan dengan fasilitas kantor KPU Malut di Sofifi yang dinilai sangat representatif. Menurutnya, kepindahan ini adalah buah dari tekad kuat para komisioner untuk mendekatkan pelayanan kepada pusat pemerintahan.
“Alhamdulillah, hari ini KPU Malut resmi pindah ke Sofifi. Kantor yang representatif akan membuat suasana kerja menjadi tenang. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Ibu Gubernur terhadap pengembangan fasilitas ke depan,” ujar Afifuddin.
Acara peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti Aula Pertemuan KPU Maluku Utara oleh Ketua KPU RI, yang didampingi Ketua Komisi II DPR RI dan Gubernur Sherly Tjoanda. Sebagai simbol demokrasi yang berkelanjutan, jajaran pejabat juga melakukan penanaman “Pohon Demokrasi” di halaman kantor tersebut.