Wilayah Diguncang Gempa, Tak Berpotensi Tsunami

Daerah Nasional


Delta Lidina Putri, Kamis 11 Oktober 2018

Tepat pada Kamis (11/10/2018), wilayah Indonesia diguncang beberapa kali gempa bumi.

Gempa hari ini terjadi di tiga total wilayah, yakni Situbondo, Jawa Timur, Malang, dan yang terbaru di Maluku.

Dilansir TribunStyle.com dari Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, gempa berkekuatan 3,5 SR terjadi sekitar pukul 11.02 WIB di 158 km Tenggara Kabupaten Malang.

“Info Gempa Mag: 3.5 SR, 11-Oct-18 11:02:09 WIB, Lok: 9.54 LS,112.73 BT (158 km Tenggara Kab.Malang – JATIM), Kedalaman: 10 Km ::BMKG-TRT,” tulis akun @bmkgjogja.

Sementara itu, tepat satu jam sebelumnya, gempa berkekuatan 5,5 SR juga mengguncang wilayah Maluku tepatnya pada pukul 09.55 WIB.

Sedangkan, gempa hari ini pertama kali dirasakan cukup kencang di wilayah Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018) dini hari.

Gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut mengguncang wilayah Jawa Timur hingga Bali sekira pukul 01.45 WIB.

Berpusat di Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT.

Tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo.

Kabar ini pun telah dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Meski terjadi dalam waktu berdekatan, ketiga gempa ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami.

BMKG kembali menegaskan hal yang sama beberapa waktu kemudian.

“Sambil minum kopi, tweeps bisa sempatkan membaca Siaran Pers #BMKG berikut:
Gempabumi Tektonik M=6.4 Mengguncang Wilayah Jawa Timur dan Pulau Bali, Tidak Berpotensi Tsunami,” imbuh BMKG.

Dibandingkan dua gempa yang terjadi di wilayah Maluku dan Malan, gempa di Situbondo memiliki dampak yang cukup besar.

Dilaporkan, setidaknya tiga orang tewas dalam peristiwa ini.

“Data sementara dampak gempa dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dikutip TribunStyle.com dari Tribunnews.com.

Adapun tiga orang yang meninggal dunia akibat gempa di Situbondo, yakni

Nuril Kamiliya (L/7) Desa Prambanan, Kecamatan Gayam – Sumenep.

– H. Nadhar (P/55) Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam – Sumenep.

– Laki-laki Dewasa (masih identifikasi) Desa Prambanan, Kecamatan Gayam – Sumenep.

Dilaporkan ketiga korban tersebut tewas setelah tertimpa reruntuhan material bangunan yang roboh.

Atas kejadian ini, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah setempat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia juga menuliskan imbauan terkait gempa yang mengguncang beberapa daerah di Indonesia.

“Gempa bumi ini di sebabkan oleh aktifitas sesar di lokasi tersebut yang mempunyai barat-baratlaut – timur-tenggara dengan mekanisme sesar naik.”

Selain diminta tetap tenang, masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya akan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(Tribunnews.com)




Leave a Reply

Your email address will not be published.