Wujudkan Halsel Bebas Sampah, Eco Bhinneka Muhammadiyah Diseminasi Policy Brief ISWM dan Gandeng Lintas Iman

Daerah

LABUHA – Komitmen kolektif dalam menjawab persoalan lingkungan di Halmahera Selatan memasuki babak baru. Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar Diseminasi Policy Brief: Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) Menuju Halmahera Selatan Bebas Sampah yang berlangsung di Aula Bappelitbangda, Labuha.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi nyata yang mempertemukan pemerintah daerah, organisasi lintas iman, hingga elemen generasi muda untuk mendorong sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sinergi Lintas Sektor dan Generasi

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, Ketua TP-PKK Ny. Rifa’at Al-Sa’adah Bassam, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang—mulai dari pelajar SMA/SMK, Orang Muda Katolik (OMK) Wayamiga, hingga aktivis lingkungan—menegaskan bahwa isu iklim adalah tanggung jawab lintas batas.

Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menekankan bahwa krisis lingkungan masa depan menuntut kerja kolaboratif yang lebih masif. “Jangan sampai policy brief ini hanya menjadi tumpukan kertas. Harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi,” tegas Hening melalui sambungan virtual.

Senada, Program Manager SMILE, Dzikrina Farah Adiba, menjelaskan bahwa inisiatif ini mendukung target nasional Zero Waste Zero Emission 2050 melalui kepemimpinan pemuda lintas iman dan pendekatan ekofeminisme.

Tantangan 21,4 Ton Sampah Per Hari

Dalam pemaparan policy brief, Koordinator Eco Bhinneka Halsel, Fadila Syahril, membedah realitas lapangan yang cukup menantang. Dengan produksi sampah mencapai 21,4 ton per hari, pendekatan konvensional “angkut dan buang” dinilai tidak lagi relevan.

Beberapa kendala utama yang diidentifikasi meliputi:

  • Keterbatasan armada pengangkut.
  • Belum optimalnya fasilitas pengolahan sampah.
  • Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah dari sumbernya.

Sebagai solusi, dokumen ISWM menawarkan integrasi layanan teknis, penguatan tata kelola, serta pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Konsultan program, Dr. Tatisumiati, MKM, menambahkan pentingnya optimalisasi peran PKK dan komunitas pemuda sebagai motor penggerak kampanye di tingkat akar rumput.

Komitmen Pemerintah Daerah

Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menyambut baik rekomendasi kebijakan ini. Menurutnya, kesadaran generasi muda adalah kunci utama dalam menuntaskan persoalan lingkungan di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halsel, Samsu Abubakar, memaparkan bahwa pihaknya terus memperkuat program rutin seperti Jumat Bersih, investigasi pencemaran, hingga penguatan sistem pengangkutan sampah untuk mendukung visi Halsel bebas sampah.

Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama. Komitmen ini memastikan hasil diseminasi segera bertransformasi menjadi aksi lapangan yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan Halmahera Selatan yang lebih bersih. (red)