Ratusan PKL di areal Pasar Rempah Kota Baru Diberi “Deadline’’

Daerah

TERNATE, OT – 160 lebih Pedagang Kali Lima (PKL) yang saat ini menempati areal pasar rempah-rempah di Kota Baru, segera direlokasi pada sejumlah pasar di Kelurahan Gamalama.

Relokasi pedangan pakaian, aksesoris dan asongan yang menempati areal pasar rempah-rempah Kota Baru, merupakan tindak lanjut hasil rapat Disperindag dengan Komisi II DPRD Kota Ternate pada Selasa (1/3/2022) kemarin. 

Kepala Dinas Perindag Kota Ternate, Hasyim Yusup menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan Komisi II, pihaknya telah menerbitkan surat pemberitahuan dengan nomor: 800/65/DPP-KT/2022 tertanggal 1 Maret 2022.

Menurut Hasyim, surat bersifat pemberitahuan itu ditujukan untuk pedagang pakaian, asongan dan aksesoris yang menempati areal pasar rempah-rempah Kota Baru.

“Dalam rangka penataan pasar rakyat rempah-rempah Kota Baru agar dapat beraktivitas sesuai dengan fungsinya sebagai pasar Rempah-Rempah atau Barito dan sembako, maka para pedagang yang berjualan pakaian, asongan, dan asesoris tidak diperbolehkan berjualan, dan diberikan waktu untuk membongkar lapak secara mandiri,” kata Hasyim.

Dia menegaskan, waktu pembongkaran diberikan selama sepekan atau sampai tanggal 9 Maret 2022 dan apabila hingga waktu yang diberikan, para pedagang belum melakukan pembongkaran secara mandiri, maka tim atau petugas dari Disperindag akan melaksanakan pembongkaran.

Dikatakan Hasyim, 160 lebih pedagang pakaian, asongan dan aksesoris yang saat ini menempati pasar Rempah-Rempah Kota Baru, akan dialihkan ke lantai dua pasar Sabi-Sabi. “jika mereka tidak ada tempat di sini, maka bisa menempati lantai dua pasar ikan kering termasuk lantai dua pasar Bastiong, tinggal mereka pilih,” ujar Hasyim baru-baru ini.

Menurutnya, jika areal pasar Rempah-Rempah sudah dikosongkan, maka pedagang barito yang saat ini berjualan di belakang Jatiland mall dialihkan untuk menempati lokasi tersebut.

Sumber: IndoTimur

Leave a Reply

Your email address will not be published.