Harita Nickel Resmikan Rumah Kedelai di Soligi

CSR

KBRN, Labuha: Untuk melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan, Harita Nichel dan Pemerintah Desa Soligi, meresmikan Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) di desa setempat.

Program RUTE yang memberdayakan belasan ibu rumah tangga (IRT) di tiga dusun di Desa Soligi saat ini berfokus pada optimalisasi komoditas kedelai untuk dijadikan komoditas tempe dan tahu yang ditargetkan bisa mensuplai 80.000 potong tempe dan tahu setiap bulannya untuk kebutuhan konsumsi karyawan Harita Nickel.

Latif Supriadi, Head of Community Affairs Harita Nickel dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Senin (19/9/2022) menyatakan, program RUTE akan menjadi sentra olahan pangan berbahan baku kedelai hulu-hilir pertama di Halmahera Selatan. 

Menurut Latif, RUTE memiliki potensi pemasaran yang sangat tinggi dengan pasar utama adalah perusahaan katering di lingkungan Harita Nickel.

Setiap bulannya, ungkap Latif, setidaknya ada dua vendor katering di Harita Nickel yakni  PT GDSK dan PT Aden yang membutuhkan tahu dan tempe sekitar 80.000 potong. 

“Dengan kebutuhan sebanyak itu potensi keseluruan omset yang bisa diraih RUTE bisa mencapai Rp 330 Juta per bulan,” papar Latif.

Latif menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen keberlanjutan dari Harita Nickel. 

“Sebelumnya Harita Nickel melakukan pendampingan serta penanaman perdana budidaya kedelai di lahan seluas 2 hektare pada 21 Juli 2022 lalu,” kata Latif. 

Latif mengungkapkan, saat ini ada 14 ibu rumah yang menjadi tim penggerak RUTE yang mewakili tiga dusun di Desa Soligi dengan target setelah berproduksi sebanyak-banyaknya, program ini bisa melibatkan warga sesuai mekanisme RUTE.

Dukungan Harita Nickel untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) ini adalah pembentukan dan penguatan kelembagaan, memberikan peralatan produksi tahu dan tempe, pelatihan pembuatan tahu dan tempe, manajemen produksi dan akses pasar serta demplot budidaya tanaman kedelai.

“RUTE akan berfokus pada pengoptimalan komoditas kedelai, sehingga produk yang dihasilkan pun masih seputar olahan kedelai mulai dari tahu, tempe hingga susu,” papar Latif.

Hal ini, lanjut Latif didasari dengan kebutuhan pangan dari kedelai untuk konsumsi karyawan Harita Nickel yang cukup tinggi. Sementara untuk suplainya sendiri sejauh ini masih tergolong terbatas. 

“Dan ini menjadi salah satu bagian strategi program One Village One Product (OVOP) yang dikembangkan Harita Nickel” terang Latif.

Sementara itu Rusman Baharudin, Koordinator RUTE menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat khususnya Harita Nikel, dengan adanya program RUTE yang saat ini menyentuh Desa Soligi. 

“Dengan adanya program RUTE ini masyarakat mendapatkan banyak hal positif terutama soal keterampilan dan kewirausahaan,” kata Rusman. 

Rusman berharap program RUTE bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Desa Soligi dalam berbagai lini kehidupan dan bisa terus memberikan manfaat ke masyarakat desa.

Dalam acara peresmian RUTE tersebut, Harita Nickel juga turut menghadirkan perwakilan dari PT GDSK dan PT Aden, selaku vendor katering yang bekerja sama dengan perusahaan.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas menyatakan program PPM ini merupakan salah satu implementasi dan kepatuhan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kebijakan-kebijakan global seperti penerapan Sustanaible Development Goals (SDGs). 

Stevi mengungkapkan Harita Nickel berupaya untuk terus mendorong masyarakat sekitar operasional Harita Nickel dalam rangka peningkatan dan pengembangan ekonomi sehingga bisa meningkatkan tarap hidup ekonomi warga.

“Harita Nickel akan selalu mendukung penuh masyarakat melalui program PPM yang terarah dan untuk Program RUTE di Desa Soligi ini pendampingan dilakukan melalui peningkatan keterampilan serta pendampingan produksi sampai pemasaran produk,” tandas Stevi.

Sumber: RRI

Leave a Reply

Your email address will not be published.