Aksi Pemalangan Alimusu Berlanjut, Ibu-Ibu Petani dan Nelayan Soligi Protes, Situasi Sempat Memanas

Daerah

LABUHA, TLM – Aksi pemalangan jalan di sekitar proyek pembangunan bandara di Desa Soligi kembali berlanjut dan memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya kelompok perempuan tani dan nelayan setempat.

Sejak pagi, puluhan ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) bersama nelayan Desa Soligi mendatangi lokasi pemalangan untuk meminta akses jalan segera dibuka. Mereka menyampaikan kekecewaan karena penutupan jalan telah menyebabkan hasil panen dan tangkapan mereka tidak dapat dipasarkan.

“Kami sudah bawa sayur dan ikan, tapi tidak bisa lewat. Banyak yang akhirnya busuk. Ini kerugian langsung bagi kami,” ujar salah satu perwakilan ibu-ibu KWT.

Aksi tersebut sempat diwarnai adu argumen antara warga dengan pihak yang melakukan pemalangan. Warga menilai tindakan penutupan jalan sudah berdampak luas dan tidak lagi proporsional.

Sejumlah warga juga mempertanyakan keterlibatan pihak-pihak yang bukan berasal dari Desa Soligi dalam aksi pemalangan tersebut. Mereka menilai kondisi ini memperkeruh situasi dan memperpanjang dampak yang dirasakan masyarakat lokal.

“Kami yang tinggal di sini yang kena dampaknya. Tapi yang ikut-ikut malah bukan semua warga Soligi,” ujar salah satu warga di lokasi.

Kelompok nelayan menyampaikan bahwa keterlambatan distribusi hasil tangkapan berdampak langsung pada pendapatan harian mereka, yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut.

Pemerintah Desa Soligi yang kemarin berada di lokasi mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang merugikan masyarakat luas, terlebih dengan menutup fasilitas umum yang menjadi akses utama warga.